Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Hujjah Komunal

Rindu keruh, kubangan hujan. setiap air yang berjatuhan. Mengisi lubang-lubang jalan yang hancur. senantiasa secara alamiyah terlihat rata. sedap dipandang mata. mari bercerita, berdua selepas hujan luar ini? Misanya setelah keruh genangan perlahan menyurut. atau mungkin setelah kering dan kita bertukar tawa atas cawan madu perlawanan. selasa 03/03/23 Menuju malam kali ini cukup bersua rumpah ria disekitar, sementara sepi di aku. bising, untuk suasana tidur yang sepi asyik bersemi, aku mendalami. dik, cintalah dengan sederhana untuk harapan yang tak melulu berhilir luka. agar tak kembali ke lingkar nestapa supaya beriringan luka dan sederhana.  -selamat tidur kamis 5/10/23   Sepenggal akan tidur, meniduri, dan tertidur ;sekian. / /ghibah,mewarta hujjah komunal.

كانا

Gambar
  كانا lantaran ejaan geminjal yang sukar diterjemahkan semestinya, aku. dititipi suasana kalbu menggebu. menyirat syahdu bermenu rindu. berdiri di kanan-kiri fase; percayaimu adalah kubu. lelayu ruh “kana” menawarkan, icip manis madu barangkali. dipersimpangan minggu lalu. ku-mu sekian, dan mari berpalit nyata menjadi semu khayal adalah temu, manisku. [] Ponorogo 29/11/23 Sumber foto: Pinterest.com

Dialektika Mencinta

Pasal 1 Menerka siklus harian yang kurus (sedih), tidak lagi kujumpai lembab membekas di matamu. Harusnya senang aku (sedih), tidak buatmu larut dalam perkaraku yang jadi sebab agnostik kepadaku (telah kuterima adanya) . "gerilya pusara delik mencuri rantai kausa cinta ingin yang milih. ayam, masihkah aku kesayangan masihkah aku si pencuri hatimu"[]. a.//Telaah kejadian (senang), perumusan masalah-daftar ingin yang pilih. Sesumbar dengan atap kamarku (senang), berperilaku buruk dengan dinding kamarku. Perencanaan expired (berterima kasih atas waktu) . "nomaden pikir, jalang jluntrung telah pindah otak di dengkul. luruskan kaki barangkali ia menggantung -laju oksigen ke otak, dengkul". b.//Dialog interogasi-debat kusir-deskontruk (cukup jelas). "akal ku pilih, hati ku parkir telah mangkir, aku. tangan melebar, merengkuh dada kiri. telah mem[b]atu, khayal ku". Pasal 2 Karunia tuhan telah hadir, melumasi tenggorokan dayaguna yang kering (sedih). Fatamorgana i...