AAP
![]() |
Lukisan: Iryna Calinicenco (Cairyna)-Moldova Get on copyright: Saatchi Art |
TAK ADA YANG MAMPU MENIDURKANMU
[02.08 AM] Farid:
Ternyata bagi yang terbiasa sedih,
Bahagia adalah sebuah masalah
Dan aku menyukai pembunuhan sukma yang berencana.
Seperti ini setiap malam.
Engkau mencari diksi hanya demi menyambung sanubari,
Lalu cintai aku seperti kau mencintai kata kata mu.
[02.12 AM] Ulil:
Aku hanya kesal di kesepian.
Aku ingin bermanfaat dan syaratnya
Adalah dimanfaatkan.
Aku tak pernah dimanfaatkan, kinasih.
Padahal aku kepingin dimanfaatkan.
Apakah dengan pindah taman
Atau bulan mampu mengatasi ini.
[02.15 AM] Farid:
Klimaks yang engkau katakan padaku
Hanya bualan semata.
Coba bicarakan pada bulan
Dan rumput yang bergoyang.
Engkau hanya butuh sumur
Yang harus ditimba airnya.
Tapi sayang, di taman bermainmu sedang surut
Akan air seni itu lantas
Kenapa tak kau buat sumur mu sendiri.
Wadahi mahkluk semesta.
Dan biarkan mereka menimba air sumurmu.
[02.25 AM] Ulil:
Ia datang dengan setumpuk sampah pragmatis.
Ia datang bertenteng kepala-kepala afiliatif.
Aku tak ingin selesai disini.
Sekalipun sumur-sumur yang kugali pernah ditutup oleh kemasan pragmatis.
Izinkan aku mengikis jiwa-jiwa sekalian
Izinkan semangat itu terus kujadikan ruh.
Yang menghidupi kegelapan pikirku.
[02.29 AM] Farid:
Aku hidup dengan seluruh usapan
Tangis sedih hatimu, aku.
Berdiri dengan seluruh tulang rusukmu
Dan aku merasakan sesak diantara dua nafasmu.
Mari kita gali sumur basis ini.
Seyogyanya dalam, agar mereka menemukan.
Jiwa-jiwa yang telah lama terpendam.
-Kamis Dini Hari 18/01/24
Komentar
Posting Komentar