Antologi


(Sumber: dokumen pribadi Ulil Arzaq)

PERHELATAN YANG MANGKIR


[17/01 02.17 AM] Jamal:


Didalam labirin cinta yang rumit

Hatiku mendung, kacau.

Tak tahu harus kemana arahnya

Cintaku sekarang seperti signal wifi

Terhubung sebentar, lalu hilang tanpa kabar


 [17/01 02.05 AM] Ulil:


ia hanya memberi rasa luka

bukan untuk menaruh rasa bersama

memilikinya sekalipun fana

aku tak enggan untuk bermain luka


[17/01 02.22 AM] Rizki:


Cinta bukanlah labirin, dan

Cinta juga bukanlah rasa,

Nietzsche berkata cinta  itu penyakit

Ia membuat orang orang lemah dihadapannya,

Sangat pantas kalo para bung kelalawar

Malam ini kena penyakit itu.

Sepertinya karena terlalu lelah begadang, dan

Mencari signal keberadaan Nya.


[17/01 02.25 AM] Walid:


"Ada sebelum tiada kemudian ada menjadi ada untuk tiada kemudian."


[17/01 02.28 AM] Jamal:


"Dosa terbesar seorang pecinta adalah ketika ia jauh dari kekasihnya dikala hujan tapi ia tak menghasilkan puisi".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsolidasi rahsa lintas kabupaten dan kota Jawa Timur (AAP) Asoy-Asolole-Pedot

AAP